apa kabar sahabat semuanya.. kesempatan kali ini, sebelum saya berangkat pulang kekampung terpencil saya (baca; jauh dari jangkauan sinyal) maka saya sempatkan untuk memposting tentang tehnik-tehnik lagi ang sekiranya dapat berguna buat sahabat semua. dengan judul diatas kita belajar "permak" perintah-perintah kita dengan hanya sedikit trik ataupun tambahan-tambahan kata yang berguna untuk memerobos pertahanan psikologis seseorang agar mau melaksanakan keingnan kita.
kita pati ingin setiap perintah kita didengar, dan dilaksanakan. tapi saya tekankan, jika sahabat sudah megerti akan tehnik ini, bukan berarti sahabat bisa memerintah orang untuk melakukan hal-hal yang mustahil. karena informasi ini hanya menambah kekuatan kita, dan untuk terlaksanakan juga tergantung seberapa susah permintaan kita bagi orang yang kita mntai. tapi jika masalahnya hanyalah, kita sering memerintahkan hal mudah, tapi kita sering tidak dianggap (dikacangin) maka tehnik ini patut dicoba. oke, sekarang mari kita bahas tehniknya.
tehnik ini adalah memanipulasi kalimat perintah kita dengan menyisipkan sebuah kata yang
mampu memperdayai psikologis seseorang. kata tersebut ialah
1. kata "DAN"
kalimat perintah kita bisa lebih diterima kalau kita menggunakan kata DAN ini. caranya kita menempatkan perintah utama kita didepan kata DAN, selanjutnya kita memberi masukan perintah terselubung yang terlihat mudah, menyenangkan bagi si penerima perintah. perintah terselubung ini berfungsi melunakkan perintah utama kita, sehingga perintah yang sulit jadi terkesan mudah. serta pikiran manusia secara logis, satu perintah adalah sebuah keharusan/pemaksaan. Akan tetapi, dua perintah yang diterima akan membuat perintah tersebut lebih lunak karena tidak tertuju pada satu hal. Dengan ini, Anda akan mendapatkan dua hal positif, yakni Anda tidak hanya mengajukan satu permintaan, melainkan dua tetapi yang satu sebagai tambahan saja, tanpa mengesankan adanya paksaan terhadap lawan bicara. sahabat bingung, mari saya beri contoh .
. Misalnya, seorang guru yang memerintah para muridnya untuk duduk tenang. Yang biasa terjadi adalah sang guru akan berkata, “Ayo, semuanya duduk tenang!” Tatkala ia mengatakan kalimat itu, yang terjadi adalah concious authoritarian wording atau penggunaan kata secara otoriter dan sadar. Akan tetapi, manakala kita menambahkan perintah lunak kedua (soft force) seperti “Ayo, semua duduk yang rapi dan dengarkan baik-baik.”, segalanya menjadi berbeda.
Kata
“Dengarkan baik-baik” di sini adalah perintah terselubung yang berfungsi
melunakkan perintah pertama di dalam pikiran bawah sadar para murid. Percaya
atau tidak, hal ini lebih dapat diterima dalam alam pemikiran manusia tatkala
ia menerima perintah. Itu karena, bila kita melihat pemikiran manusia secara
logis, satu perintah adalah sebuah keharusan/pemaksaan. Akan tetapi, dua
perintah yang diterima akan membuat perintah tersebut lebih lunak karena tidak
tertuju pada satu hal.
2. kata "akan dan pasti"
akan dan pasti bisa disebut sebagai suggestion
command. Yang dimaksudkan di sini adalah
perintah sugesti. Ia berkata bahwa penggunaan kata-kata “akan dan pasti” di
sini menggantikan kata “mungkin” atau “apakah”. Andaikan saya berkata,
“Sebentar lagi kamumungkin akan
merasakan kantuk yang begitu berat datang di dalam matamu,” di sini terlihat
jelas bahwa pembicara sendiri tidak yakin. Oleh karena itu, pendengar secara
bawah sadar juga tidak akan merasa yakin. Dengan menggunakan kata-kata “akan
dan pasti”, secara bawah sadar kita memberikan perintah pada subjek untuk
menerima dan percaya pada pandangan kita.
Saya melihat bahwa hal ini
sangat baik bila diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Bandingkan
kata-kata ini:“Mungkin kalau
kamu sedikit kurus kamu terlihat lebih segar!” dengan “Kalau kamu sedikit kurus pasti kamu
terlihat lebih segar!”. Atau, “Kamu pasti sembuh bila meminum obat ini!” dengan
“Kamu mungkin akan merasa lebih baik setelah meminum
obat ini.” Terlihat sekali perbedaan yang mencolok di antara contoh di atas.
Yang satu memberikan masukan dengan yakin, sedangkan yang satu lagi memberikan
masukan dengan ragu-ragu.
Gunakan
hal ini lebih banyak lagi dalam bahasa seharihari Anda. yah, walupun kata "mungkin" jua punya keistimewaan sendiri untuk membangktkan keingin tahuan seseorang, tapi hal ini tidak sedang kita bahas disini.
3. kata :"anda pasti tau "
Anda
pasti tahu)
Secara psikologis manusia
mempunyai pandangan tentang “Tahu Segalanya”. Maksudnya, bila seseorang
mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang, berarti ia lebih pandai dari
orang lain. Hal ini sesungguhnya dapat kita gunakan dalam permainan kata-kata
untuk memanipulasi pola pikir orang.
Simaklah contoh ini:
Alih-alih mengatakan “Maaf, jalanan dari rumah saya sangat macet sehingga saya
terlambat sampai”. Bandingkan dengan kalimat ini,”Maafkan saya karena sedikit
terlambat, anda tahu kan, jam begini di jalanan lagi macet total. Saya kira
anda cukup pengalaman dalam hal ini”. Di sini pendengar merasa bahwa ia
sesungguhnya tahu sehingga ia lebih mudah memaafkan. Atau, contoh lainnya:
“Apakah Anda tahu bahwa multivitamin ini sangat baik bagi kesehatan Anda?”
dengan “Anda pasti tahu bahwa multivitamin ini sangat berguna
bagi kesehatan Anda, cobalah untuk mengkonsumsinya!”. Berbeda, bukan?
Rasakan kapan kata-kata
tersebut membuat pendengar merasa lebih yakin dan benar. Yang Anda pelajari di
atas hanyalah sebagian dari seni manipulasi bicara yang dapat kita gunakan
untuk memasukkan pemikiran kita pada lawan bicara kita. Namun, dengan bahasa
saja tidaklah cukup. Selanjutnya kita akan membahas sedikit tentang Body
Perception(postingan selanjutnya). Dalam
konteks ini, itu berarti pengamatan gerak tubuh dari lawan bicara yang dapat
kita manfaatkan untuk memperoleh informasi yang tak disadari darinya.(Source:Deddy Corbuzier dalam
Mantranya dengan berbagai perubahan)
No comments:
Post a Comment