Showing posts with label BELAJAR PSIKOLOGI. Show all posts
Showing posts with label BELAJAR PSIKOLOGI. Show all posts

Monday, 7 October 2013

smackdown sebagai modeling negatif bagi anak

selamat malam,, salam MIpsi.. yosh,, hari ini postingan berkenaan dengan tugas kuliah,, bisa buat referensi bagi yang membutuhkan. sebelum tugas dikumpulkan, lebih baik menyimpannya dalam blog dan semoga bermanfaat bagi pembaca. jika dalam tulisan berikut nanti ada yang salah baik penulisa atau cara penyampaian ide saya akan sangat berterimakasih bila ada kritikan atau saran yang membangun. ok, check this out.


teori belajar sosial ;
smackdown sebagai modeling simbolik yang negatif bagi anak-anak.

abstrack,
smackdown adalah hiburan yang berbentuk pertarungan gulat dunia yang berasal dari amerika dan juga pernah ditayangkan ditelevisi indonesia yang sebenarnya tontonan diperuntukkan golongan dewasa. Akan tetapi berdasarkan sajian berita menunjukkan tentang adanya anak-anak yang menjadi korban karena menirukan gerakan-gerakan gulat yang ada didalam smackdown, karena media televisi yang menempatkan jam tayang yang masih terjangkau oleh anak-anak untuk bisa sering menonton smackdown sehingga hal itu mendukung terjadinya teori modeling albert bandura pada kepribadian si anak tersebut. Berangkat dari fakta-fakta yang ada bahwa banyak anak yang terluka bahkan sampai meninggal, maka

Friday, 12 July 2013

Rangkaian Paragraf Penggugah hati

selamat menjalankan ibadah puasa bagi para pembaca dan sahabat MIpsi sekalian yang menjalankannya. dipagi-pagi buta setelah santap sahur ini ingin sekali rasanya menyampaikan segala hal yang sebenarnya kurang penting (bagi yang tidak memikirkannya), lewat tulisan yang mungkin sedikit nampak coretan yang tidak bermakna.. yaah,, tapi apapun isi dari tulisanku bukanlah aku yang menilai, tapi kalian para pembaca yang budiman lah yang akan menjadi jurinya.

merenung dan merenung menenggelamkan pikiran dalam rasa ketidakberdayaan dalam semua kesalahan yang telah berlalu. terkadang merasa betapa diri sungguh terasa kurang dan jauh dari rasa kesempurnaan. tapi memang beginilah kodrat manusia, orang bilang tidak ada yang sempurna. dan adanya orang lain tentunya juga untuk melengkapi kekurangan kita didunia ini, karena pada dasarnya manusia bukanlah mahkluk yang bisa hidup jika berdiri sendiri. lalu sejauh manakah renungan ini membuat suatu batu loncatan kedepan? atau mungkin malah sebuah renungan dapat menenggelamkan karena hanya mampu membangkitkan rasa ketidak berdayaan tanpa disertai kesadaran untuk tetap memeperbaiki kesalahan??

bertanya pada hati, bertanya pada kejujuran diri apakah kita manusia yang selalu menyerah pada kekurangan?? problema yang muncul adalah, ketika seseorang memiliki kekurangan dan ketika orang lain mengingatkankan, yang terjadi adalah berlindung dibawah kata-kata ajaib

Saturday, 15 June 2013

SELAYANG PANDANG TENTANG PSIKOLOGI

Salam MIpsi. hai pembaca semua yang budiman. tengah malam ternyata mata sulit untuk terpejam. maka dengan demikian posting ini ditulis. pembahasan untuk kali ini adalah untuk mengulas sedikit tentang psikologi, sesuai dengan judul blog ini. psikologi bisa dikategorikan  masuk pada pembahasan ilmu sosial karena menitik beratkan manusia dan perilakunya. pada awalnya psikologi masih dinamakan ilmu jiwa, dan sebagai cabang filsafat. namun pada modern ini psikologi yang berdiri sendiri dan menjadi bagian ilmu pengetahuan, lebih akrab dikenal dengan ilmu yang membahas tentang perilaku,  walau secara bahasa kata psicho pada psikologi diartikan jiwa. hal itu perilaku lebih bersifat real dan dapat diamati untuk melukiskan bagaimana jiwa itu sendiri. sedangkan jika langsung memakai kata ilmu jiwa, maka hal ini akan sulit karena jiwa masih bersifat abstrak dan sulit diamati secara langsung. 

okee... kira-kira seperti diataslah singkatnya, kalau kurang jelas tentang psikologi silahkan sobat cari lagi lebih dalam dengan mencarinya di google. selanjutnya, apakah masyarakat kita ini memerlukan ilmu psikologi ini? jawabannya pasti. selama disitu ada manusia dan perilakunya maka psikologi akan selalu hadir. namun jika pertanyaannya diganti, apakah masyarakat sudah mengenal psikologi? jawabannya, iya, tapi tidak semua. seperti misal di daerah pedesaan akan merasa asing dengan kata psikologi. berikut ada ilustrasi dari pengalaman penulis,